Thursday, May 31, 2007

5 Americans, 2 More Die in Afghan Crash

By JASON STRAZIUSO

Five Americans and two other soldiers died when a Chinook helicopter was apparently shot down Wednesday evening in Afghanistan's most volatile province, a U.S. military official said. The Taliban claimed responsibility.
NATO's International Security Assistance Force said other troops rushing to the scene were ambushed and had to call in air support to drive off their attackers.
Initial reports suggested the helicopter was hit with a rocket-propelled grenade, said the U.S. official, who insisted on speaking anonymously because the crash was still under investigation. NATO said there were no survivors.
Along with the five Americans, two soldiers from Britain and Canada who had been passengers
were also killed, military officials said.
A purported Taliban spokesman, Qari Yousef Ahmadi, claimed in a phone call to The Associated Press that militants shot the helicopter down in southern Helmand province, the world's largest opium poppy-growing region where combat has been heavy in recent months.
Ahmadi did not offer any proof for his claim, but he specified the helicopter crashed in the Kajaki district hours before NATO reported that information. Kajaki is the site of a hydroelectric dam and the scene of recent fighting.
NATO said the CH-47 Chinook was carrying a crew of five and two military passengers when it crashed. The cause was "being determined by military officials," it said.
NATO said troops going to the crash site were ambushed by enemy fighters and the unit called in an airstrike "to eliminate the enemy threat." It did not say if the troops were from the U.S.-led coalition, NATO's force or the Afghan army. One civilian was injured by gunfire.
The CH-47 Chinook, a heavy transport helicopter with two rotors, can carry around 40 soldiers plus a small crew. The fact it was flying at night suggested the aircraft might have been carrying troops on a nighttime air assault.
Kajaki is the site of a large U.S.-funded hydroelectric dam now being repaired so it can provide electricity to the southern city of Kandahar. British troops, who make up the bulk of the forces in Helmand province, have been engaged in fierce fighting around the dam protecting it.
The NATO force, which is responsible for a countrywide counterinsurgency campaign, has 37,000 soldiers, including about 14,000 Americans. There are 12,000 U.S. troops in the separate U.S.-led coalition, which trains the Afghan army and conducts Special Forces anti-terrorism operations.

Tuesday, May 29, 2007

Pilgub Lampung 2008

BANDARLAMPUNG (KORAN_ONLINE): Tiga partai politik mengutamakan kadernya pada Pemilihan Gubernur Lampung tahun 2008. Ketiga parpol itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PDI Perjuangan, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Jajuli mengatakan DPW PKS melalui Tim Optimalisasi Musyarokah Wilayah (Tomwil) yang bekerja sejak tahun 2006 sudah mengantongi delapan bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Namun, ia belum bersedia menyebutkan delapan nama tersebut. "Tiga dari kader dan lima bukan kader. Untuk calon gubernur dari kader PKS, sedangkan calon wakilnya bisa dari kader atau dari luar PKS," kata Ahmad Jajuli, hari Selasa (29-5).

Akhir bulan Mei 2007, Tomwil akan menyampaikan rekomendasi awal ke DPP nama-nama yang akan diusung. Tahap selanjutnya, paling lambat akhir tahun 2007 PKS sudah memiliki tiga pasang bakal calon dan kemudian salah satu di antaranya akan ditetapkan DPP sebagai pasangan calon resmi dari PKS.

Di tempat terpisah, Sekretaris DPD PDI-P Lampung Nurhasanah mengatakan partainya memprioritaskan kader dalam Pilgub tahun 2008. Meskipun demikian, hal itu bukan merupakan harga mati. "Penjaringan dan penyaringan dilakukan terbuka. Siapa saja boleh mendaftar sebagai bakal calon dari PDI Perjuangan tanpa memandang asal usul partai," kata Nurhasanah.

Ia menambahkan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung dari PDI-P akan ditetapkan DPP pada awal bulan Februari 2008. Hal itu sesuai dengan instruksi DPP PDI-P yang menyebutkan minimal delapan bulan sebelum Pilkada, DPD PDI-P Lampung sudah harus mengusulkan nama calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Nurhasanah menguraikan proses penetapan calon sejak tahap penjaringan dan penyaringan. Tahap penjaringan diawali pendaftaran dan verifikasi serta survei pilkada.

Kemudian dilanjutkan tahap penyaringan. Pada tahap ini, nama-nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang akan direkomendasikan ke DPP setelah melalui rapat kerja daerah khusus.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Lampung Abdullah Fadri Auli yang ditemui di Gedung DPRD Lampung mengatakan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diajukan PAN salah satunya harus kader partai. Hal itu sesuai dengan hasil rapat koordinasi wilayah yang digelar PAN beberapa waktu lalu.

"Persoalan apakah kader PAN itu maju sebagai gubernur atau wakil gubernur bergantung pada koalisi. PAN tidak bisa mengusung calon sendiri dan harus berkoalisi. Sebab itu, keputusannya akan dibicarakan di tingkat koalisi," kata Abdullah Fadri.PILGUB

Sertifikat Gunung Sari Diproses

Sertifikat Gunung Sari Diproses

BANDARLAMPUNG (KORAN_ONLINE): Warga Gunung Sari menyambut baik pernyataan Kepala BPN Lampung tentang status tanah di kawasan tersebut. Warga akan mengajukan permohonan hak sertifikasi ke BPN dan PT KA.

Ketua Forum Masyarakat Gunung Sari Bersatu (FM-GSB) Perhendra, Selasa (29-5), mengatakan masyarakat Kelurahan Gunung Sari, Tanjungkarang Pusat, akan mengikuti aturan main untuk mendapatkan hak sertifikasi lahan milik PK Kereta Api (KA) itu.

"Kami akan meminta petunjuk BPN. Jika harus mengajukan permohonan penglepasan hak dari PT KA, kami segera melakukan pertemuan dengan PT KA," kata Perhendra.

Malam ini, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda Gunung Sari akan bermusyawarah membahas masalah tersebut. Setelah itu, perwakilan warga akan mengajukan permohonan hak sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). "Kami akan ikuti aturan main sekalipun jalan yang harus kami tempuh begitu panjang. Apa yang dikatakan BPN dan Pemkot melegakan hati kami," kata Perhendra.

Sebelumnya, Kepala Kanwil BPN Lampung Horasman Sitanggang menyatakan tanah Gunung Sari bisa dikonversi menjadi hak milik karena wilayah tersebut milik negara yang sudah ditempati warga selama puluhan tahun. Dirut PT KA Ronni Wahyudi juga menyatakan status kawasan Gunung Sari yang berada dalam status hak penggunaan lahan (groundkart) PT KA bisa dibicarakan.

Wakil Wali Kota Bandar Lampung Kherlani berharap BPN dan PT KA bisa merealisasikan proses sertifikasi. "Saya tidak ingin Dirut PT KA hanya lip service, tidak ada tindak lanjutnya. Jika PT KA bersedia melepas lahan tersebut, Pemkot akan memberikan rekomendasi surat-surat yang dibutuhkan agar warga mendapatkan sertifikat," ujarnya.

Jika PT KA memberi izin, selanjutnya harus ada persetujuan Menteri BUMN dan DPR. "Jika proses itu selesai, kami tinggal meminta BPN menerbitkan sertifikat," kata Kherlani.

Dari pihak BPN, Horasman Sitanggang menyatakan siap melayani warga. "Kalau PT KA ikhlas melepas tanah itu, proses sertifikasi akan berlangsung cepat dan mudah. Warga tinggal mengurus administrasinya," kata dia.

Agar PT KA melepas lahan tersebut secara ikhlas, diperlukan dukungan dari PT KA, Wali Kota, dan berbagai pihak.

Rencana penggusuran Gunung Sari untuk pembangunan hotel dan pertokoan juga mendapat perhatian DPRD Lampung. Ketua DPRD Lampung Indra Karyadi menyatakan akan memanggil Wali Kota Bandar Lampung, DPRD Kota, PT KA, dan perwakilan warga Gunung Sari untuk membicarakan rencana pengembangan kawasan tersebut.

Indra menyatakan sudah mencoba mengomunikasikan masalah itu dengan Wali Kota Eddy Sutrisno. "Karena beliau masih ada kesibukan, kemungkinan dalam waktu dekat kami akan membahas persoalan ini," kata Indra di ruang kerjanya.

Indra sepakat dengan rencana Pemkot Bandar Lampung. "Jika ada rencana pembangunan, itu hak pemerintah. Tentu, masyarakat juga memiliki hak berbeda," ujarnya.

Indra menilai masyarakat tidak mengetahui persoalan sebenarnya. "Maka itu kami akan memanggil semua elemen untuk membicarakan masalah itu," kata Indra.